Jumat, 18 Maret 2011

ANATOMI BURUNG MERPATI
(Columba domestica ♂)



1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Aves merupakan vertebrata yang hidup di darat, memiliki bulu hampir di seluruh tubuhnya dan sayap yang berasal dari elemen-elemen tubuh tengah dan distal sehingga dapat digunakan untuk terbang. Selain itu, aves mempunyai kaki yang dapat digunakan untuk berjalan, bertengger maupun berenang (dengan selaput interdigital), tidak bergigi dan mempunyai paruh yang berbeda-beda sesuai jenis makanannya. Beberapa aves mempunyai daya tarik tersendiri bagi manusia. Banyak diantaranya mempunyai nilai ekonomis yang tinggi sehingga dibudidayakan untuk diambil telur, daging, keindahan bulu dan suaranya.
Columba domestica merupakan hewan berdarah panas dan mempunyai ciri khas yaitu tubuhnya terbungkus oleh bulu yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuhnya. Berkembang biak dengan ovipar atau bertelur. Columba domestica mampu mengenal habitatnya. Ketika burung ini dilepas maka ia akan kembali ke sarangnya.
Columba domestica kebanyakan hidup di pepohonan, beberapa diantaranya hidup di tanah dan species lainnya hidup di batu karang. Burung merpati merupakan hewan peliharaan yang hidup berkelompok dan umumnya membuat sarang yang sederhana. Telur dierami oleh induk betina dan induk jantan secara bergantian selama 2,5 minggu. Telur menetas menjadi anak burung dara. Pertumbuhannya cepat, setelah 2 minggu dapat terbang meninggalkan sarangnya.
Columba domestica diambil sebagai bahan praktikum karena mempunyai tubuh yang relatif besar sehingga mudah diamati. Harganya yang cukup murah dan mudah didapat juga menjadi pertimbangannya. Disamping itu, Columba domestica juga mempunyai organ-organ yang lengkap untuk mewakili class aves.

B. Tujuan


Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari anatomi (Columba domestica ♂) baik dari luar maupun bagian dalam.

















II. KERANGKA PEMIKIRAN
Semua burung yang hidup sekarang ditempatkan dalam sekelas Neornithes. Berlawanan dengan subkelas yang ada, yang satu ini ditandai dengan bulu-bulu ekor yang tersusun seperti kipas pada ujung ekornya dan mempunyai sumbu tulang yang pendek. Tulang-tulang didalam taju berfusi satu sama lainnya, kotak otak, kaki dan tangannya pendek ( Hildebrand,1983).
Burung merpati merupakan hasil domestikasi dari Columba livia. Tubuh burung merpati terdiri atas caput (kepala), cervix (leher), truncus (badan), dan cauda (ekor). Ordo ini mempunyai ciri-ciri paruh pendek dan langsing dengan cora pada pangkalnya serta ingluvies besar (Radiopoetro,1977).
Burung mempunyai karakteristik tertentu yaitu seluruh tubuhnya ditutupi bulu, kecuali bagian crus yaitu daerah tarso metatarsus yang ditutupi sisik-sisik tanduk. Bulu merupakan hasil pertumbuhan epidermis yang berguna untuk mengisolasi panas tubuh terhadap keadaan sekitarnya, temperatur tubuh Columba domestica relatif stabil. Hal lain yang membedakan aves dengan vertebrata rendah lainnya yaitu temperatur tubuh, kemampuan untuk terbang, perkembangan suara, pendengaran, dan penglihatan serta cara memelihara telur dan anaknya (Djuhanda,1982).
Bulu pada Columba domestica (merpati) mempunyai struktur epidermis yang fleksibel, mengkilap dan tahan air. Beberapa tipe bulu dari penutup badan pada merpati adalah bulu luar dan bulu dalam atau bulu halus. Bulu luar adalah datar (kecuali untuk bulu yang halus, letaknya lebih rendah, yaitu pada dasarnya) dan bersama-sama dipegang oleh duri kecil (Alters, 1999).
Columba domestica memiliki pendukung tubuh yang berada pada kaki bagian belakang, dan sisa dari kaki bagian berubah menjadi bagian yang membantu untuk terbang. Sayap tersusun atas bulu-bulu yang banyak tergabung untuk menutupi lengan, sebagai konsekuensi dari kaki depan atau lengan yang termodifikasi tersebut dan dengan beban yang berat pada saat terbang maka tidak dapat digunakan untuk menahan atau memegang makanan. Merpati menghasilkan bahan-bahan yang bersifat fecal, untuk mengurangi berat beban pada saat terbang. Merpati tidak mempunyai tempat persediaan untuk menyimpan makanan yang sesuai sehingga dengan segera akan dikeluarkan (Walter, 1965).
Burung umumnya mempunyai kulit yang tipis, mengandung keratin sedikit sekali. Struktur tambahan dari kulit adalah bulu yang mengandung penandukan yang kuat sekali. Bagian bawah dari kaki dan jari ditutupi sisik tanduk seperti yang terdapat pada arcnousourium dan ini tidak pernah mengelupas. Paruh juga mengalami penandukan, bulu dimulai dengan jalan membentuk suatu penonjolan mesoderm yang dinamakan papilla dermis yang ditutupi eksoderm (Hildebrand, 1983).
Semua pencernaan pada burung terdiri dari lidah, oesophagus, tembolok, lambung, intestine, caecum, hati, pancreas, jejunum, ileum, rectum dan kloaka. Tembolok hanya terdapat pada aves. Tembolok ini berfungsi sebagai organ penyimpanan makanan dan membasahi makanan karena terdapat kelenjar susu yang disebut pigeon milk (Storer and Usinger,1961).



III. ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA
A. Alat
Alat yang digunakan adalah bak preparat, pinset, pisau, gunting bedah, dan jarum penusuk.

B. Bahan
Bahan yang digunakan adalah burung merpati (Columba domestica ♂), air kran, eter, dan tissue.

C. Cara Kerja
Cara kerja praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Burung merpati (Columba domestica) dibius dengan menggunakan larutan eter sampai mati lemas.
2. Sebelum pembedahan dilakukan, pertama-tama bulu-bulu pada daerah dada, perut, dan leher dibasahi kemudian dicabuti sebersih mungkin.
3. Pembedahan dimulai dengan melepaskan kulit yang membalut daerah dada, tembolok, dan leher terlebih dahulu. Di daerah tersebut terdapat otot yaitu carina sterni dan basii sterni. Pembedahan mula-mula dilakukan pada bagian sepanjang carina sterni dengan menggunakan pisau.
4. Pembedahan dilanjutkan pada daerah perut, pengguntingan dimulai dari depan kloaka menuju ke depan ke sebelah kiri dan kanan basi sternum, dengan memotong rusuk-rusuk sampai ke tulang furcula.
5. Untuk mengamati sistem pencernaan lebih sempurna, dilakukan dengan melepaskan organ-organ dari rongga perut yaitu dengan menggunting ujung dari lambung bagian anterior dan pangkal dari rectum.
6. Semua organ-organnya diamati dan digambar kemudian diberi keterangan.




















B. Pembahasan
Hasil pengamatan anatomi burung Merpati (Columba domestica ♂) didapatkan hasil bahwa tubuh merpati terdiri atas kepala (caput), anggota badan (extrimitas/truncus), leher (cervix) dan ekor (cauda). Daerah kepala terdiri dari paruh, nares externa, mata, membran nictitans dan lubang telinga luar. Daerah anggota badan bagian depan berupa sayap yang seluruhnya ditutupi oleh bulu, sedangkan kakinya hanya pada paha dan betis saja, bagian crus yaitu daerah tarso metatarsus ditutupi oleh sisik tanduk. Daerah ekor terdapat kloaka yang berfungsi sebagai tempat keluarnya feses, urin, dan sel-sel kelamin jantan maupun telur pada hewan betinanya.
Menurut Jasin (1989), klasifikasi dari Columba domestica adalah sebagai berikut:
Divisio : Carinatae
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Class : Aves
Subclass : Neornithes
Ordo : Columbiformes
Familia : Columbidae
Genus : Columba
Spesies : Columba domestica
Pergerakan tubuh Columba domestica terutama digerakan oleh kaki dan sayap, juga dibantu oleh bagian ekor. Pars vertebralis terdapat suatu tonjolan cauda dorsal yang berguna untuk memperkuat dinding dada yang disebut procesus. Sistem otot pada tubuh Columba domestica pada dasarnya kaku, otot semata-mata tersusun atas otot kepala, otot leher dan otot anggota badan. Mesin untuk terbang merupakan otot yang besar yang terdapat di daerah dada. Musculus coraco branchialis adalah otot penggerak sayapnya (Moment, 1967).
Menurut Radiopoetro (1977), Bulu pada Aves berfungsi untuk terbang. Fungsi lainnya yaitu untuk melindungi badan terhadap cuaca yang tidak cocok. Oleh karena itu, bulu pada Aves mempunyai bentuk tersendiri dibandingkan dengan bulu-bulu pada Vertebrata lainnya.
1. Menurut susunan anatomisnya, bulu dapat dibedakan ke dalam:
a. Plumae. Plumae terdiri atas calamus, rachis, umbilicus inferior, umbilicus superior dan vexillum. Calamus yaitu tangkai bulu berbentuk memanjang dengan rongga di dalamnya. Pada pangkalnya ada lubang yang disebut umbilicus inferior, sedang bagian distalnya terdapat lubang yang disebut umbilicus superior di mana lubang ini ke arah rachis. Waktu bulu masih muda, kedua umbilicus tadi dilalui oleh pembuluh-pembuluh darah untuk memberi makan kepada bulu-bulu yang masih muda tadi. Vexillum dibentuk oleh rami, ialah suatu cabang lateral daripada rachis.
b. Plumae. Plumae terdapat pada burung yang masih muda, kadang-kadang terdapat juga pada burung yang sedang mengerami telurnya.
c. Filoplumae. Filoplumae fungsinya belum jelas. Tumbuh di seluruh tubuh tetapi jaraknya sangat jarang.
2. Menurut letaknya, bulu-bulu dapat digolongkan ke dalam :
a. Remiges, yaitu bulu-bulu yang terdapat pada sayap. Di sini vexillum ialah asymetris, berguna untuk terbang.
b. Rectrices, yaitu bulu-bulu yang terdapat pada daerah ekor, vexillum ialah symetris.
c. Tectrices, yaitu bulu-bulu lainnya yang menutupi badan.
d. Parapterium, yaitu bulu-bulu yang terdapat di daerah bahu antara badan dan sayap.
e. Ala spuria, yaitu bulu-bulu kecil yang melekat pada jari ke-2 dari extrimitas superior.
3. Menurut umurnya, bulu dibagi ke dalam : Neoptyle dan Teleoptyle. Neoptyle setelah gugur diganti oleh Teleoptyle.
Bentuk paruh burung beraneka ragam sesuai dengan jenis makanan dan habitatnya. Burung mempunyai alat indra yang yang baik, matanya memiliki kelopak mata atas dan kelopak mata bawah yang dapat membuka dan menutup. Burung juga mempunyai selaput yang tembus cahaya yang terdapat pada sudut muka dari mata dan dapat bergerak dari muka ke belakang. Selaput tersebut disebut membrana nicitans (Djuhanda, 1982).
Sistem pencernaan pada Columba domestica terdiri dari mulut, oesophagus, empedal, usus halus, usus besar, rectum dan kloaka. Menurut Jasin (1989), truncus digestivus dari Columba domestica terdiri dari cavum oris, dilanjutkan ke faring yang pendek, kemudian oesophagus yang panjang dan terjadi perluasan disebut crop, yaitu tempat sementara, dari lambung akan dilanjutkan oleh intestinum yang terbagi atas bagian yang halus dan terakhir adalh rectum dan kloaka.
Mekanisme pernapasan pada burung ada dua yaitu pernapasan waktu istirahat dan waktu terbang. Fase istirahat dilakukan oleh pars sternalis costae dan pars vertebralis costae, keduanya dihubungkan oleh suatu persendian sehingga dapat digerakkan. Pernapasan waktu istirahat terjadi dalam dua fase yaitu fase inspiratiodan fase exparatio. Fase terbang yang sangat berfungsi adalah saccus interclavicularis dan saccus axillaries. Apabila sayap diturunkan saccus axillaris terjepit, sehingga saccus interclavicularis menjadi longgar dan sebaliknya (Radiopoetro, 1977).
Sistem pernapasan burung merpati dimulai ketika udara dihisap ke dalam sepasang rongga hidung atau nares. Rongga hidung ini dipisahkan dari rongga mulut ke langit-langit keras. Hewan dapat bernapas walaupun makanan berada dalam mulut. Udara selanjutnya melalui choane dan faring, lalu masuk ke dalam laring yang dalam keadaan terbuka. Epiglottis menekuk ke belakang jika dinaikkan (Villee et al., 1988).
Sistem respirasi pada Columba domestica terdiri atas trakhea yang melanjut sebagai dua buah bronchi pada syrinx (alat suara). Paru-paru dilengkapi dengan kantung-kantung udara (ada sembilan buah, empat berpasangan dan satu median). Fase aktif respirasi itu adalah ekspirasi dan fase inspirasinya yaitu inhalasi (Brotowidjoyo, 1993).
Ginjal merupakan salah satu alat ekskresi pada merpati. Ginjal terletak sebelah dorsal dari selom di kedua sisi aorta. Ginjal pada semua vertebrata terdiri atas unit-unit yang disebut tubulus ginjal atau nefron yang ujungnya buntu dan menerima filtrat dari darah (Villee et al.,1988).
Menurut Kastowo (1979), saluran keluar pada merpati mengarah ke posterior yaitu ureter yang bermuara ke vesica urinaria. Langkah pertama dalam pembentukan urin adalah penyaringan atau filtrasi. Sisa-sisa dan materi lain dibawa ke aliran darah oleh arteria renalis dan arteriola ke glomerulus. Langkah kedua yaitu penghisapan differensial oleh sel-sel tubulus convoluted proximal dan loop of handle serta tubulus convoluted distalis.
Menurut Radiopoetro (1977), perkembangbiakan aves bersifat ovipar yaitu bertelur. Organ genitalia pada Aves jantan terdiri dari:
1. Sepasang testis, bentuk oval, terletak sebelah ventral dari lobus renis yang paling cranial.
2. Sepasang epididymides, kecil, terletak pada sisi dorsal testis. Berupa suatu saluran yang dilalui oleh spermatozoa dalam perjalannya menuju ke ductus deferens.
3. Sepasang ductus deferentes. Pada hewan muda terlihat lurus pad hewan yang sudah tua kelihatan berkelok-kelok. Berjalan ke caudal menyilangi ureter, kemudian bermuara pada cloaca pada sebelah lateral.
4. Mesorchium : ialah alat penggantung testis. Berjumlah sepasang, merupakan lipatan dari peritoneum.
Proctodea (bagian cloaca yang paling ujung caudal) dari kedua jenis burung ditempelkan kuat-kuat pada waktu kopulasi, sehingga sperma yang keluar pada saat ejaculation langsung masuk ke dalam proctodeum yang betina, untuk kemudian menuju ke oviduct.





V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan:
1. Merpati (Columba domestica) termasuk class Aves dan ordo Columbiformes, tubuhnya terdiri atas caput (kepala), leher (cervix), badan (truncus), ekor (cauda).
2. Burung merpati (Columba domestica) merupakan hewan berdarah panas dan berkembang biak dengan ovipar atau bertelur.
3. Mekanisme pernapasan merpati ada dua yaitu pernapasan waktu istirahat dan pernapasan waktu terbang.
4. Sistem pencernaan pada Columba domestica terdiri dari mulut, oesophagus, empedal, usus halus, usus besar, rectum dan kloaka.
5. Sistem urinaria pada merpati terdiri atas : ginjal, ureter, vesica urinaria dan uretra
6. Sistem genitalia jantan pada merpati terdiri atas : testis, epididimis dan ductus deferens.
7. Bulu pada Columba domestca berdasarkan susunan anatomisnya terdiri atas : Plumae, Plumulae, dan Filoplumae. Berdasarkan letaknya terdiri atas : Remiges, Rectrices, Tectrices, Parapterium, dan Ala spuria. Menurut umurnya terdiri atas : Neoptyle dan Teleoptyle.




DAFTAR REFERENSI
Alters, Sandra. 1999. Biology. Jones and Braflet Publiser, Boston USA.
Brotowidjoyo, D.M. 1993. Zoologi Umum. Erlangga, Jakarta Djuhanda, T. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata I. Amrico, Bandung.

Djuhanda, T. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata I. Amrico, Bandung.

Hildebrand, M. 1983. Analisis Vertebrae Structure. John Wiley and Son, Inc, New York.

Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Vertebrata dan Invertebrata . Sinar Wijaya, Surabaya.

Moment, Gairduer B. 1967. General Zoology. Houghton Mifflin Company,
Boston USA.

Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.

Storer, and Usinger. 1961. Elemen of Zoology. McGraw-Hill Book Company Inc., London.

Villee, Walker, Barnes. 1988. General Zoology 6th Edition. W. B. Saunders Company, London.

Walter, H. 1965. Biology of Vertebrate. The Mac Millan Company, New York.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MySpace Layouts