Minggu, 03 April 2011

Pengaruh Zat Penghambat Tumbuh (Paklobutrazol) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays).

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN
Acara praktikum : Pengaruh Zat Penghambat Tumbuh (Paklobutrazol) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays).
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh zat penghambat tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman Jagung.

B. Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum, penyemprotan ZPT dilakukan sebanyak 10 kali pada awal perlakuan. Penanaman jagung dilakukan pada media tanam berupa 1 polibag yang berisi 2 tanaman jagung. Pengamatan meliputi yang dilakukan meliputi panjang tanaman dan diameter batang jagung. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tinggi batang dan diameter batang tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Tinggi tanaman dan diameter batang dari semua perlakuan relatif sama (Tabel 1). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa, tanaman jagung yang diperlakukan dengan pemberian paklobutrazol dengan berbagai konsentrasi ternyata tinggi tanaman dan diameter batang berbeda. Tinggi tanaman berkisar antara 1,3 cm – 1,6 cm, sedangkan diameter batangnya berkisar antara 1,1 cm – 1,3 cm. berdasarkan Gardner et al., (1985), pemberian ZPT berpengaruh terhadap pengoptimalan pertumbuhan tanaman.
Prinsip untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman baik dari segi hasil maupun keragaan pertumbuhannya maka secara teknik agronomi dapat di manipulasi. Manipulasi tersebut antara lain dengan pemberian ZPT. Pemberian ZPT membantu pertumbuhan tanaman lebih optimal. Gardner et al., (1985), menyatakan bahwa yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman antara lain adalah zat pengatur pertumbuhan, cahaya dan ketersediaan hara yang optimal. Pemberian penghambat tumbuh mempengaruhi fisiologi dari tanaman yaitu menghambat elongasi sel pada sub apikal meristem, memperpendek ruas tanaman, mempertebal batang, mencegah kerebahan, menghambat etiolasi, mempertinggi perakaran stek, menghambat senescence, memperpanjang masa simpan, meningkatkan perkecambahan dan pertunasan, meningkatkan pembuahan. Hasil penelitian memberikan tinggi tanaman dan diameter batang yang tidak berbeda tersebut kemungkinan disebabkan frekuensi pemberian ZPT yang kurang optimal karena hanya diaplikasikan satu kali sehingga masih belum menampakan hasil yang nyata.
Paklobutrazol merupakan suatu zat perlambat biosintesa giberelin sehingga kandungan GA-nya menjadi rendah dan mendorong terbentuknya umbi (Samanhudi et al., 2007). Paklobutrazol berperan sebagai zat perlambat tumbuh yang mengakibatkan bagian–bagian tanaman akan mengecil dan dapat merangsang tumbuhnya bunga. Pemberian Paklobutrazol dengan dosis yang sesuai terbukti dapat meningkatkan produksi bunga dan buah dari tanaman (Herlina et al., 2001). Selain itu pemberian paklobutrazol menyebabkan laju pembelahan dan pemanjangan sel menjadi lambat dan menyebabkan keracunan pada sel (Samanhudi et al., 2007). Berdasarkan hasil penelitian pemberian paklobutrazol ternyata tidak memberikan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung. Keadaan tersebut kemungkinan dosis yang diberikan masih belum optimal sehingga masih belum menunjukkan efeknya.
Pengaruh konsentrasi pada proses pembentukan umbi tanaman kentang memberikan pengaruh yang nyata. Penambahan jumlah paklobutrazol menyebabkan jumlah baku pada tinggi planet terhambat. Penambahan konsentrasi paklobutrazol 0,2 ppm mengakibatkan penurunan jumlah baku 3-5 kali dari awalnya (Samanhudi et al., 2007).


Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan maka didapat kesimpulan bahwa paklobutrazol dengan konsentrasi 25 ppm memberikan pertumbuhan yang terhambat. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin menghambat pertumbuhan, sedangkan konsentrasi paklobutrazol yang rendah akan berdampak pada pertumbuhan yang meningkat.



Daftar Referensi
Samanhudi. Yunus A. Sakya A.T. Hartati R. 2007. Pengaruh Paklobutrazol dalam Pembentukan Umbi Kentang secara in vitro. Fakultas Pertanian UNS.

Gardner P.G., R.B. Pearee and T.L. Mitchell. 1985. Physiology of crop plants. The Iowa State University Press. U.S.A 428 p.

Herlina D, K.D. Hatmini dan M.F. Masyhudi. 2001. Peran paklobutrazol dan pupuk KNO3 terhadap induksi pembungaan melati. J. Sainteks Edisi Khusus Oktober 21. p : 189- 200.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
MySpace Layouts